SMAN 1 Batang Anai. Cuaca ekstrem yang melanda sekitar pulau Sumatera berdampak pada bencana alam seperti banjir maupun tanah longsor. Banjir pada hari kamis 27 November 2025 menjadi salah satu bencana hidrometeorologi yang memberikan dampak besar dalam beberapa tahun terakhir. Hujan lebat dengan intensitas tinggi sejak hari rabu membuat debit air sungai meningkat pesat terutama daerah Padang Panjang Lembah Anai.


Dua hari sebelumnya pada hari selasa 25 November dalam peringatan Hari Guru Nasional (HGN) SMAN 1 Batang Anai sudah mendapat bencana banjir sedalam10-50 cm dimana 10 Kelas tergenang lumpur dan air banjir, Ruang guru, ruang wakil, dan ruang kepala sekolah, ruang aula, ruang kesenian, ruang osis, wc mushola, wc siswa belakang labor IPS.
Banjir yang terjadi pada hari kamis tepatnya jam 04.30 WIB merupakan akibat intensitas hujan tinggi, sejak beberapa hari. Hujan yang turun mulai melanda kawasan Tanah Datar, Padang Panjang, Kayu Tanam dan Lubuk Alung dimana aliran Sungai Batang Anai meluap menyebabkan banjir sedalam 2-3 M sungai ini berada tepat ± 40 M dibelakang SMAN 1 Batang Anai.
Dampak banjir ini memaksa guru dan siswa tidak bisa melakukan aktivitas belajar mengajar. Beberapa orang guru dan siswa mengalami dampak banjir disekitar aliran sungai Batang Anai. Bencana mengakibatkan rusaknya fasilitas gedung bangunan, sarana prasana sekolah, labor komputer, kantin, mobiler sekolah, alat elektronik, buku cetak pepustakaan, mobil sekolah, pagar tembok, dan penunjang lainnya rusak karena banjir dan hilang karena dijarah oleh oknum tidak bertanggung jawab.






